Selasa, 17 Maret 2015

PSIKOTERAPI TUGAS I (Artikel 3)

PSIKOTERAPI TUGAS I (Artikel 3)

Menurut Mappiare ada sejumlah perbedaan psikoterapi dan konseling yang dikemukakan sebagai berikut:
1. Konseling merupakan bagian dari psikoterapi. Psikoterapi merupakan bagian yang lebih
luas dari pada konseling.
2. Konseling lebih mengarah pada penyebab atau awal masalah. Selanjutnya konseling lebih
mengarah pada pengembangan-pendidikan-pencegahan. Berbeda dengan psikoterapi yang
mengarah penyembuhan-penyesuaian-penyembuhan.
3. Dasar konseling adalah filsafat manusia. Dasar dari psikoterapi adalah perbedaan individual dengan dasar-dasar psikologi kepribadian dan psikopatologi. Pada perkembangan selanjutnya konseling juga memanfaatkan perkembangan teori-teori
kepribadian dalam konteks ilmu perilaku.
4. Dijelaskan oleh Narayana Rao bahwa tujuan antara konseling dan psikoterapi sama, namun keduanya berbeda dalam proses pencapaiannya. Psikoterapi mencapainya dengan cara ‘pembedahan’ psikis dan pembedahan otak. Proses konseling lebih mengarah pada identifikasi dan kekuatan-kekuatan positif yang dimiliki klien, agar klien lebih maksimal dalam kehidupannya.

Penjelasan Terhadap Mental Illness
Biological
Penyebab secara biological adalah keturunan, lalu ada jasmaniah, beberapa penyidik berpendapat bentuk tubuh seseorang berhubungan dengan gangguan jiwa tertentu. Tempramen , orang yang terlalu peka/sensitif biasanya mempunyai masalah kejiwaan dan ketegangan yang memiliki kecenderungan mengalami gangguan jiwa. Yang terakhir penyakit dan cedera tubuh, penyakit tertentu misalnya penyakit jantung, kanker dan lain sebagainya mungkin menyebabkan seseorang menjadi murung dan sedih. Demikian pula cedera/cacat tubuh tertentu dapat menyebabkan rasa rendah diri.

Psychological
Bermacam pengalaman frustasi, kegagalan dan keberhasilan yang dialami akan mewarnai sikap, kebiasaan dan sifatnya kemudian haru. Hidup seorang manusia dapat dibagi atas 7 masa dan pada masa tertentu dapat mendukung terjadinya gangguan jiwa.
- Masa bayi
- Masa anak pra sekolah (2-7 tahun)
- Masa anak sekolah
- Masa remaja
- Masa dewasa muda
- Masa dewasa tua
- Masa tua

Sosiological
Kebudayaan secara teknis adalah ide atau tingkah laku yang dapat dilihat maupun yang tidak terlihat. Faktor budaya bukan merupakan penyebab langsung menimbulkan gangguan jiwa. Biasanya terbatas menentukan "warna" gejala-gejala. Di samping mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kepribadian seseorang misalnya melalui aturan-aturan kebiasaan yang berlaku dalam kebudayaan tersebut.
Menurut Santrock berikut ini adalah beberapa faktor kebudayaan:
- Cara membesarkan anak
- Sistem nilai
- Kepincangan antara keinginan dengan kenyataan yang ada
- Ketengangan akibat faktor ekonomi dan kemajuan teknologi
- perpindahan kesatuan keluarga
- Masalah golongan minoritas 

Philosophic
Gangguan jiwa atau mental illness adalah kesulitan yang harus dihadapi oleh seseorang karena hubungannya dengan orang lain, kesulitan karena persepsinya tentang kehidupan dan sikapnya terhadap dirinya sendiri. Gangguan jiwa adalah gangguan dalam cara berpikir (cognitive), kemauan (volition), emosi (affective) dan tindakan (psychomotor)

Bentuk-bentuk Terapi
Terapi Supportive
Terapi Supportive adalah bentuk terapi alternatif yang mempunyai tujuan untuk menolong pasien untuk beradaptasi dengan baik terhadap suatu masalah yang dihadapi dan untuk mendapatkan suatu kenyamanan hidup terhadap gangguan psikisnya. Tetapi Supportive menawarkan dukungan kepada pasien oleh seorang tokoh yang berkuasa selama periode penyakit, kekacauan atau dekompensasi sementara. Pendekatan ini mempunyai tujuan untuk memulihkan dan memperkuat pertahanan pasien dan mengintegritaskan kapasitas yang terganggu. Cara ini memberikan suatu periode penerimaan dan ketergantungan bagi pasien yang membutuhkan bantuan untuk menghadapi rasa bersalah, malu dan kecemasan dalam menghadapi frustasi atau tekanan eksternal yang mungkin terlalu kuat untuk dihadapi.

Tetapi Reeducative
Terapi Reeducative untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar, dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri, memodifikasi tujuan dan membangkitkan serta menggunakan potensi-potensi kreatif yang ada

Terapi Reconstructive
Terapi Reconstructive adalah terapi untuk menyelami alam tidak sadar melalui teknik seperti asosiasi bebas, interpretasi mimpi, analisis daripada transferensi. Terapi ini untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang kerjanya di alam tidak sadar, dengan usaha untuk mendapatkan perubahan yang luar daripada struktur kepribadian dan penghiasan pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri yang baru. 

Sumber:

PSIKOTERAPI TUGAS I (Artikel 2)

PSIKOTERAPI TUGAS I (Artikel 2)

Perbedaan Psikoterapi dan Konseling
Perbedaan Psikoterapi dan Konseling disimpulkan oleh Pallone dan Pettersone yang dikutip oleh Thompson dan Rudoplh adalah sebagai berikut:

Konseling:
1. Sebutan untuk yang datang ke konseling adalah klien
2. Untuk gangguan yang kurang serius 
3. Masalah yang dihadapi adalah masalah jabatan dan pendidikan
4. Konseling berhubungan dengan pencegahan
5. Lingkunagnnya adalah pendidikan dan non medis
6. Berhubungan dengan kesadaran
7. Menggunakan metode pendidikan

Psikoterapi:
1. Sebutan untuk yang datang untuk psikoterapi adalah pasien
2. Untuk gangguan yang serius
3. Masalah yang dihadapi adalah masalah kepribadian dan pengambilan keputusan
4. Psikoterapi berhubungan dengan penyembuhan
5. Lingkungannya adalah lingkungan medis
6. Berhubungan dengan ketidak sasaran
7. Menggunakan metode penyembuhan 

Pendekatan Terhadap Mental Illness
1. Pendekatan Client Centered
Pendekatan Client Centered dikemukakan oleh Carl Rogers yang menurutnya klien harus menentukan arah pembicaraan dan sesi. Rogers juga berasumsi bahwa keputusan klien tidak hanya membuat mereka akan mencapai kebahagiaan, namun juga membuat mereka menjadi orang yang baik dan beradab. Klien itu sendiri yang nantinya akan bertanggung jawab terhadap keputusan apa yang mereka ambil.
2. Pendekatan Psikoanalisis
Pendekatan psikoanalisis dikemukakan oleh Sigmund Freud. Freud percaya bahwa berbagai bentuk psikopatologi diakibatkan oleh dorongan yang kuat, yang mengawali tahap perkembangan konflik yang tidak disadari terkait dengan tahap perkembangan psikoseksual tertentu. Freud berasumsi bahwa penyebab lingkungan dari masalah histerikal para pasiennya adalah penyiksaan seksual yang terjadi pada masa kanak-kanak. Dalam pendekatan psikoanalisis terdapat teknik teknik utama, yaitu: asosiasi bebas, asosiai mimpi, interpretasi dan analisis transferensi.
3. Pendekatan Kognitif 
Pendekatan kognitif berfokus pada bagaimana manusia menyusun berbagai pengalaman mereka, bagaimana mereka membuat pengalaman-pengalaman tersebut jadi masuk akal, dan bagaimana mereka menghubungkan berbagai pengalaman masa kini dengan pengalaman masa lalu yang disimpan dalam memori.

Bentuk Utama Terapi
1. Terapi Gestalt 
Terapi Gestalt menunjukkan bagaimana klien bisa dengan mudah lari dari saat sekarang dan memasuki masa lampau atau masa depan. 
2. Terapi Analisis Transaksional
Terapi Analisis Transaksional membatu klien dalam membuat keputusan-keputusan yang baru yang menyangkut tingkah lakunya sekarang dan arah hidupnya.
3. Terapi Tingkah Laku
Terapi Tingkah Laku menerapkan aneka ragam teknik dan prosedur yang berakar dari teori tentang belajar

Sumber:
Prof. Dr. Singgih O. Gunarsa, Konseling dan Psikoterapi 2004, Jakarta. PT BPK Gunung Mulia. 

PSIKOTERAPI TUGAS I (Artikel 1)

PSIKOTERAPI TUGAS I (Artikel 1)

Pengertian Psikoterapi
Psikoterapi berasal dari 2 kata Yunani yaitu "psyche" yang berarti "mind" atau jiwa, Dan "therapy" yang berarti merawat atau mengasuh. Jadi Psikoterapi adalah "perawatan terhadap aspek kejiwaan seseorang".

Tujuan Psikoterapi 
Adapun tujuan dari Psikoterapi dari beberapa pendekatan, adalah:
1. Menurut pendekatan Psikodinamik
Menurut Ivey, et al, tujuan psikoterapi menurut pendekatan psikodinamik adalah membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Rekonstruksi kepribadiannya di lakukan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama.
2. Menurut pendekatan Psikoanalisis 
Menurut Corey, pendekatan psikoanalisis dirumuskan sebagai: membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Membantu klien dalam menghidupkan kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik-konflik yang di tekankan melalui pemahaman intelektual.
3. Menurut pendekatan Rogerian
Terpusat pada pemahaman  Ivey et aI: untuk memberikan jalan terhadap potensi yang dimiliki seseorang untuk menemukan sendiri arahnya secara wajar dan menemukan dirinya sendiri yang nyata atau yang ideal dan mengeskplorasi emosi yang majemuk serta memberikan jalan bagi pertumbuhan dirinya yang unik.
4. Menurut pendekatan Behavioristik
Untuk menghilangkan kesalahan dalam belajar dan berprilaku dan untuk mengganti dengan pola-pola perilaku yang lebih bisa menyesuaikan.
5. Menurut teknik Dan metode Gestalt
Agar seseorang lebih menyadari mengenai kehidupannya dan bertanggung jawab terhadap arah kehidupan seseorang.

Unsur Psikoterapi
Adapun unsur dari psikoterapi adalah sebagai berikut:
1. Segi proses, berupa interaksi antar dua pihak, formal, profesional, legal, dan menganut kode etik psikoterapi.
2. Segi tujuan, untuk mengubah segi psikologis seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan potensi dan psikologis klien.
3. Segi tindakan, seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologis moderen yang sudah teruji keefektifannya.

Sumber: 
Prof. Dr. Singgih O. Gunarsa, Konseling dan Psikoterapi 2004, Jakarta. PT BPK Gunung Mulia. 

Jumat, 09 Januari 2015

KEKUASAAN DAN PENGARUH

1. Definisi Kekuasaan
Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).

Dalam pembicaraan umum, kekuasaan dapat berarti kekuasaan golongan, kekuasaan raja, kekuasaan pejabat negara. Sehingga tidak salah bila dikatakan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. Robert Mac Iver mengatakan bahwa Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain baik secara langsung dengan jalan memberi perintah / dengan tidak langsung dengan jalan menggunakan semua alat dan cara yg tersedia. Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan, ada yg memerintah dan ada yg diperintah. Manusia berlaku sebagau subjek sekaligus objek dari kekuasaan. Contohnya Presiden, ia membuat UU (subyek dari kekuasaan) tetapi juga harus tunduk pada UU (objek dari kekuasaan).

2. Sumber-sumber kekuasaan
Ada pun sumber kekuasaan itu sendiri ada 3 macam,yaitu:

1. Kekuasaan yang bersumber pada kedudukan
a. Kekuasaan formal atau Legal.
b. Kendali atas hukum.
c. Kendali atas informasi.
d. Kendali ekologik (lingkungan).

2. Kekuasaan yang bersumber pada kepribadian.
Berasal dari sifat-sifat pribadi.
a. Keahlian atau keterampilan.
b. Persahabatan atau kesetiaan.
c. Karisma.

3. Kekuasaan yang bersumber pada politik
a. Kendali atas proses pembuatan keputusan.
b. Koalisi.
c. Partisipasi
d. Institusionalisasi


3. Definisi Pengaruh
Sebagai esensi dari kepemimpinan, pengaruh diperlukan untuk menyampaikan gagasan, mendapatkan penerimaan dari kebijakan atau rencana dan untuk memotivasi orang lain agar mendukung dan melaksanakan berbagai keputusan.
Jika kekuasaan merupakan kapasitas untuk menjalankan pengaruh, maka cara kekuasaan itu dilaksanakan berkaitan dengan perilaku mempengaruhi. Oleh karena itu, cara kekuasaan itu dijalankan dalam berbagai bentuk perilaku mempengaruhi dan proses-proses mempengaruhi yang timbal balik antara pemimpin dan pengikut, juga akan menentukan efektivitas kepemimpinan.
Jenis-jenis spesifik perilaku yang digunakan untuk mempengaruhi dapat dijadikan jembatan bagi pendekatan kekuasaan dan pendekatan perilaku mengenai kepemimpinan. Sejumlah studi telah mengidentifikasi kategori perilaku mempengaruhi yang proaktif yang disebut sebagai taktik mempengaruhi, antara lain :

* Persuasi Rasional
Pemimpin menggunakan argumentasi logis dan bukti faktual untuk mempersuasi pengikut.
* Permintaan Inspirasional
Pemimpin membuat usulan yang membangkitkan entusiasme pada pengikut.
* Konsultasi
Pemimpin mengajak partisipasi pengikut dalam merencanakan sasaran, aktivitas atau perubahan yang untuk itu diperlukan dukungan dan bantuan pengikut.
* Menjilat
Pemimpin menggunakan pujian, rayuan, perilaku ramah-tamah, agar pengikut berada dalam keadaan yang menyenangkan atau mempunyai pikiran yang menguntungkan pemimpin tersebut sebelum meminta sesuatu.
* Permintaan Pribadi
Pemimpin menggunakan perasaan pengikut mengenai kesetiaan dan persahabatan terhadap dirinya ketika meminta sesuatu.
* Pertukaran
Pemimpin menawarkan suatu pertukaran budi baik, memberi indikasi kesediaan untuk membalasnya pada suatu saat nanti, atau menjanjikan bagian dari manfaat bila pengikut membantu pencapaian tugas.
* Taktik Koalisi
Pemimpin mencari bantuan dari orang lain untuk mempersuasi pengikut.
* Taktik Mengesahkan
Pemimpin mencoba untuk menetapkan validitas permintaan dengan menyatakan kewenangan, hal itu adalah konsisten dengan kebijakan, peraturan, praktik atau tradisi organisasi.
* Menekan:
Pemimpin menggunakan permintaan, ancaman, seringnya pemeriksaan, atau peringatan-peringatan terus menerus untuk mempengaruhi pengikut melakukan apa yang diinginkan.


4. Pengaruh Taktik Organisasi
Taktik-taktik mempengaruhi (Influence Tactics) adalah cara-cara yang biasanya digunakan oleh seseorang untuk mempen-garuhi orang lain, baik orang yang merupakan atasan, setingkat, atau bawahannya. Dengan mengetahui dan menggunakan hal ini, maka seseorang dapat mempengaruhi orang lain, dengan tidak menggunakan kekuasaan yang dimilikinya.
Kipnis dan Schmidt adalah peneliti yang pertama kali meneliti taktik-taktik yang biasa digunakan orang untuk mempengaruhi orang lain. (Kipnis dan Schmidt, 1982). Berbagai alat ukur telah dibuat untuk meneliti taktik mempengaruhi, dan salah satu yang terbaik adalah yang dibuat oleh Yukl dkk, yaitu yang disebut Influence Behavior Questionnaire (Yukl, Lepsinger, and Lucia, 1992). Hasil penelitian Yukl dkk, menun-jukkan ada sembilan jenis taktik yang biasa digunakan di dalam organisasi (Hugheset all, 2009), yaitu:
 Persuasi Rasional (Rational Persuasion), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan alasan yang logis dan bukti-bukti nyata agar orang lain tertarik.
 Daya-tarik Inspirasional (Inspirational Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan suatu permintaan atau proposal untuk membangkitkan antusiasme atau gairah pada orang lain.
 Konsultasi (Consultation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan mengajak dan melibatkan orang yang dijadikan target untuk berpartisipasi dalam pembuatan suatu rencana yang akan dilaksanakan.
 Mengucapkan kata-kata manis (Ingratiation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan kata-kata yang membahagiakan.
Daya-tarik Pribadi (Personal Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain atau memintanya untuk melakukan sesuatu karena merupakan teman atau karena dianggap loyal.
 Pertukaran (Exchange), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan memberikan sesuatu keuntungan tertentu kepada orang yang dijadikan target, sebagai imbalan atas kemauannya mengikuti suatu permintaan tertentu.
 Koalisi (Coalitions), terjadi jika seseorang meminta bantuan dan dukungan dari orang lain untuk membujuk agar orang yang dijadikan target setuju.
Tekanan (Pressure), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan ancaman, peringatan, atau permintaan yang berulang-ulang dalam meminta sesuatu.
 Mengesahkan (Legitimacy), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan jabatannya, kekuasaannya, atau dengan mengatakan bahwa suatu permintaan adalah sesuai dengan kebijakan atau aturan organisasi.

Dapus
http://id.wikipedia.org/wiki/Kekuasaan

http://www.ut.ac.id/html/suplemen/adpu4334/w2_5_1.htm

http://abc.kuliahgratis.net/kekuasaan/

MENGENDALIKAN FUNGSI MANAJEMEN

C. Tipe-tipe dalam Control
- Prefentive Control
Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan perumusan stategi dan perencanaan strategi yang dujabarkan dalam bentuk program-program.

- Operational Control
Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan pengaawasan pelaksanaan program yang telah di tetapkan melalui alat berupa anggaran. Anggaran digunakan untuk menghubungkan perencanaan dengan pengendalian

- Pengendalian kinerja
Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berdasarkan tolak ukur kinerja yang telah ditetapkan.

D. Control Proses Manajemen
Proses manajemen adalah daur beberapa gugusan kegiatan dasar yang berhubungan secara integral, yang dilaksanakan di dalam manajemen secara umum, yaitu proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pelaksanaan dan proses pengendalian, dalam rangka mencapai sesuatu tujuan secara ekonomis.

Tahapan Proses manajemen yaitu :
- Proses Perencanaan
Perencanaan dapat diartikan sebagai masa yang akan datang dan perumusan kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Bentuk dari perencanaan berupa perencanaan prosedur, perencanaan metode kerja, perencanaan standar pengukuran hasil, perencanaan angaran biaya, perencanaan kegiatan dan jadwal.

- Proses Pengorganisasian
Kegiatan yang mengatur tugas, wewenang, dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan

- Proses Pelaksaan
Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi.

Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggotan perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.

Dapus
http://id.shvoong.com/social-sciences/2068148-lankah-langkah-pengendalian-manajemen/#ixzz2BfARXhM7

http://desthi-m.blogspot.com/2010/01/tipe-pengendalian-manajemen.html

http://itja.wordpress.com/2008/09/01/proses-dan-fungsi-manajemen/

Jumat, 10 Oktober 2014

MENGENDALIKAN FUNGSI MANAJEMEN 1

Definisi controlling dan langkah-langkah controlling

1. Definisi controlling
Pengendalian (controlling) adalah kegiatan mengendalikan semua karyawan, agar mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan bekerja sesuai dengan rencana. Apabila terdapat penyimpangan atau kesalahan, diadakan tindakan perbaikan dan penyempurnaan rencana. Pengendalian karyawan meliputi kehadiran, kedisiplinan, perilaku, kerja sama, pelaksanaan pekerjaan, dan menjaga situasi lingkungan pekerjaan
Pengendalian adalah salah satu fungsi manajerial seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan. Pengendalian merupakan adalah fungsi penting karena membantu untuk memeriksa kesalahan dan mengambil tindakan korektif sehingga penyimpangan dari standar diminimalkan dan menyatakan tujuan organisasi dicapai dengan cara yang diinginkan.

2. Langkah-langkah controlling
Mochler dalam Stoner James, A. F. (1988) menetapkan empat langkah dalam proses pengendalian, yaitu sebagai berikut:
1.         Menetapkan standar dan Metode Mengukur Prestasi Kerja
Standar yang dimaksud adalah criteria yang sederhana untuk prestasi kerja, yakni titik-titik yang terpilih didalam seluruh program perencanaan untuk mengukur prestasi kerja tersebut guna memberikan tanda kepada manajer tentang perkembangan yang terjadi dalam perusahaan itu tanpa perlu mengawasi setiap langkah untuk proses pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan.
2.         Melakukan Pengukuran Prestasi Kerja
Pengukuran prestasi kerja idealnya dilaksanakan atas dasar pandangan kedepan, sehingga penyimpangan-pennyimpangan yang mungkin terjadi ari standar dapat diketahui lebih dahulu.
3.         Menganalisis Apakah Prestasi Kerja Sesuai dengan Standar
Yaitu dengan membandingkan hasil pengukuran dengan target atau standar yang telah ditetapkan. Bila prestasi sesuai dengan standar manajer akan menilai bahwa segala sesuatunya beada dalam kendali.
4.         Mengambil Tindakan Korektif
Proses pengawasan tidak lengkap bila tidak diambil tindakan untuk membetulkan penyimpangan yang terjadi. Apabila prestasi kerja diukur dalam standar, maka pembetulan penyimpangan yang terjadi dapat dipercepat, karena manajer sudah mengetahui dengan tepat, terhadap bagian mana dari pelaksanaan tugas oleh individu atau kelompok kerja, tindakan koreksi itu harus dikenakan.

Hasibuan, Malayu S.P. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara
M.Ag, Badrudin. (2013). Dasar-Dasar Manajemen. Bandung: Alfabeta.
Tangkilisan, Drs.Hessel Nogi S. (2005). Manajemen Publik. Jakarta: PT. Grasindo.

ACTUATING DALAM MANAJEMEN 2

Prinsip actuating dan bagaimana mencapai actuating managerial yang efektif

1. Prinsip actuating
Prinsip-Prinsip Penggerakan Menurut Kurniawan (2009) prinsip-prinsip dalam penggerakan/actuating antara lain:
1. Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya
2. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
3. Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
4. Menghargai hasil yang baik dan sempurna
5. Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
6. Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
7. Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya

Pekerjaan  seorang manajer tidak terlepas dari organisasi. Secara umum organisasi diartikan sebagai  kumpulan dua atau lebih orang yang bekerja sama secara  terkoordinasi  dan terstruktur  untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi diperlukan untuk pencapaian tujuan  bersama secara efektif dan efisien. Manajer melakukan proses manajemen, mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mengolah input guna  mencapai tujuan organisasi. 

2. Mencapai actuating managerial yang efektif
Proses manajemen mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Meskipun secara. teoritis proses manajemen menunjukkan hubungan yang logis, dalam praktek, proses manajemen yang dilakukan tidak selalu urut, dan seringkali dikerjakan secara simultan.


Daftar pustaka
Robbins dan Judge. 2007. Perilaku Organisasi, Jilid 2. Jakarta : Salemba Empat
Ramli, Rusli & Warsidi, 2005Adi, Pengantar Manajemen. Penerbit UT
http://vickysoeshinda.blogspot.com/2013/11/prinsip-dan-mencapai-actuating.html?m=1